Selasa, 23 Februari 2016

Lombok - Gili Trawangan


Awal tahun 2015 tanpa sengaja aku liat spanduk besar dengan tulisan "Rute Baru Citilink Bandung - Lombok Rp. 549.000" AAhhhhh, ada direct flight Bandung Lombok...!!! (histeris dalam hati) Yyyiipppiieeeeee......


Pelabuhan Senggigi

Kabar menyenangkan untuk travelers karena mulai tanggal 12 Februari 2015 Citilink melayani rute Bandung – Lombok dan menghubungkan Bandara Lombok Praya di Nusa Tenggara Barat dan Bandara Husein Sastranegara di Bandung. Jadi ga usah repot-repot mesti ke Jakarta dulu atau transit dulu di Bali (jika pergi dari bandung).Oke, jadi mulai hunting tiket dan akhirnya aku beli tiket PP 1,2jtan. Seperti biasa aku berangkat dengan abi, kaka ipar dan ponakan. Berangkat akhir bulan Agustus 2015, kami ber4 berangkat dari Husein Sastranegara Airport Bandung dan tiba di Lombok jam 13.45. Setiba disana banyak yang nawarin Rent Car. Cuma aku ga tanya berapa tarif nya, karena aku pake Bus Damri untuk menuju Senggigi. Kenapa pake Dumri? karena murah Airport - Senggigi hanya Rp. 35.000. Counter tiket Dumri ada di sebelah kiri setelah kalian keluar dari airport. Ada Spanduknya ko..Setelah beli tiket, kita menuju Bus yang ada diparkiran. Karena pake public transportation jadi kita bisa berangkat setelah bus penuh. Nunggu setengah jam kemudian kita pun berangkat. Dikira aku, Bus ini langsung ke Senggigi. tapi ternyata mampir dulu ke Terminal nya di Mataram. Aku sempet foto spanduk mengenai Tarif Bus Damri.
   


Biasanya airport - Senggigi 1jam (aku baca info di blog lain). Tapi waktu aku pergi kira - kira 2jam baru sampe. Mungkin karena sempet ke terminal dulu kali ya. Sebenernya, kita pengennya langsung ke Gili Trawangan. Tapi karena nyampe lombok udah terlalu siang dan itung - itungan waktu kayanya kesorean. Jadilah 1 hari ini kita nginep dulu di Senggigi. Booking via Agoda aku pilih Bumi Aditya Hotel. Hotel ini aku pilih karena cukup murah. Free breakfast, free Wi Fi dan hotel ini dilewatin Bus Dumri :D. Tarif 220.000/malem pake AC. Kalau pake fan itu cuma 180.000. Hotel nya tenar ko jadi tinggal bilang ke supir Damri, mereka udah pada tau. Pas nyampe, hotel ini tidak berada di pinggir jalan. Tapi kita mesti jalan lagi ke dalem kurang lebih 300 meter. Sempet rempong juga dorong - dorong koper hihihihi dan sempet ga yakin 'apa bener kesini arah hotelnya?' Untungnya ada bapa - bapa yang lewat gitu dan bilang "betul bu arah sini" hahahahah fiuhhhh.... Oh nya sering - sering cek agoda,booking atau web hotel lainnya untuk dapetin harga disc. Lumayan banget.



Bumi Aditya Hotel




Menurut aku Bumi Aditya Hotel lumayan bersih, view nya bagus dan ada kolam renang juga. Yang kurang dari hotelnya staff nya kurang ramah (mungkin ga semua staff), breakfast nya ga enak. Pilihan breakfast yang aku dapet ada nasi goreng (nasi masih mentah), mie goreng (biasa aja), pancake (bau anyir telor) dan roti bakar. Paling aman ya makan roti bakar. Tapi dengan harga murah, ya wajar juga sih kalau ada yang kurang. Jadi, kalau hanya untuk tidur aja, hotel ini lumayan ko... murah meriah. Hari kedua kami ber4 langsung menuju Gili Trawangan. Sebelumnya kita udah deal dengan staff hotel untuk di antar ke Pelabuhan Bangsal menuju Gili T. Tapi dia ngasih penawaran lain yaitu dengan tarif 800.000 kita di antar ke Pelabuhan Senggigi menuju Gili T dan snorkeling dulu di Gili Meno dan Gili Air. Ya udah akhirnya kita ambil paket itu. Dan ternyata dari Pelabuhan Senggigi - Gili T jauhhh eeeaaaa.... ada kali 1 jam. mabokkkkk lauttt...

Gili Meno



Gili Air
Pertama kita snorkeling di Gili Meno. Ombaknya aga besar airnya pun aga kotor. Kurang bagus menurut aku. Kemudian snorkeling di Gili Air. Disini ombaknya lumayan tenang airnya juga jernih, bagus deh. Terumbu karangnya bagus banget. Setelah puas snorkeling (kaka ipar mabok laut donk karena dia nunggu di kapal hihihi) akhirnya kita menuju Gili Trawangan.

Saya jatuh cinta sama hotel di Trawangan ini yang nama hotelnya Le Perite Beach Club.. Kenapa? konsep hotelnya lucu. Seperti rumah boneka Barbie (menurut saya) dengan perpaduan cat biru laut dan putih. Mereka buka cabang baru di Trawangan yang sebelumnya Hotel ini ada di Nusa Ceningan Bali. Kebetulan juga waktu aku booking via Agoda hotel ini lagi discount. Aku pilih kamar Bunk Bed (kasur bertingkat) bisa untuk 4 orang total 2hari total 1.2jt, free breakfast, free Wi Fi. Hotel ini letaknya lumayan jauh dari pelabuhan Trawangan. Jadi mesti pake cidomo/andong dengan tarif 150.000. Mahal banget ya... padahal standarnya 100.000. Alesannya sih karena kopernya gede-gede #hahhh alesannnnn. Oh ya, di Trawangan tidak boleh ada kendaraan bermotor. Transportasi yang digunakan disini hanya sepeda dan cidomo. Akhirnya kita sampe di Hotel ini.... ssukkkaaakkkk....

Kamar Hotel








Hotel Le Pirate Recommended banget. Staff nya ramah, homey, kamar bersih dan nyaman, wi fi kenceng dannnn breakfast nya luar biasa. Ketika aku booking ternyata aku bayar untuk breakfast prasmanan kaya standar hotel gitu kan, nah ternyata pas aku kesana breakfastnya diganti dengan breakfast minimalis gitu (seadanya). So, tiap breakfast kita bisa order apapun di menu... alhamdulillah rejeki anak sholeh #dancing.... Kekurangannya kalau mau cari makan susah. Karena lokasi hotel yang jauh dari pusat keramaian di Trawangan. Tapi kalau buat aku sih lokasi nya oke banget, karena aku emang cari yang jauh dari keramaian. Sunyi, senyap dan krik krikk suara jangrik. Jadi untuk mensiasati makan siang dan malam (ga mungkin donk kita beli di hotel. Mahal getoooloohh) jadilah kita bekal nasi rames yang kita beli deket harbor hahahahaha. Kan murmer cuma 15-20 aja sebungkus dan enak lagi. Hati senang perut kenyang.

Hari ketiga kita menikmati indahnya trawangan dengan sewa sepeda 50.000 seharian. Pasirnya putih, ombaknya tenang, udaranya seger.... alhamdulillah, bersyukur aku sempet mampir ke Trawangan. 


Pantai depan hotel

Trawangan Harbor

perut sensor :p

Gili Gelato 20rb aja

Hari keempat hari terakhir disini hikss... yahh mesti packing dan siap - siap ke pelabuhan menuju Pelabuhan bangsal. Beli tiket kalau ga salah 15/20rb (lupaaa pastinya) dengan jarak tempuh 15 menit tapi lumayan bikin kaka dan ponakan mabookkk lagiii hahahhaha. Nah sebelumnya aku udah janjian dengan staff dari Hotel Bumi Aditya (orang yg sama waktu nganterin dr senggigi - trawangan) karena kita mau mampir dulu buat beli oleh - oleh dan ke desa Sukarara untuk membeli kain tenun Khas Lombok. Tapii aku lupa nama dan tarifnya berapa (maafkan aku yang pelupa ini hiks).


Desa Sukarara

Di Desa Sukarara, para perempuan ga bisa nikah sebelum bisa bikin tenun. Harganya juga variatif antara 200.000 - 700.000. Motifnya baguss baguss bangettt.... 

Sebetulnya masih banyak tempat keren banget di Lombok. Waktu 4 hari 3 malam ga akan cukup untuk eksploitasi  semua daerah wisata di NTB. Masih banyak gili - gili lain yang keren dan indah. Menurutku kalau mau wisata pantai lebih baik ekploitasi pantai di Indonesia dulu sebelum ke Luar Negeri. Itu Penting!!!!


#ayukesini













Sabtu, 20 Februari 2016

Tanjung Pinang - Bintan

Salah satu hal penting jika kita mau travelling ke pantai yaitu Jangan Pernah Pergi Ketika Musim Hujan. Apalagi pas lagi Imlek dan Cap Go Meh.

Mendung :'(






Itu yang aku alamin waktu ada kesempatan travelling ke Tanjung Pinang, Pulau Bintan pada bulan Feb 2015. Berawal karena liat promo midnight sale Garuda Indonesia. Biasa lah so so an anti mainstream, nyari tempat wisata yang masih jarang dikunjungin. Akhirnya terpilihlah tanjung pinang. Setelah browsing dan baca beberapa blog memang bagus tempatnya. Salahnya aku, ga inget "waktu yang tepat untuk berkunjung ke pantai". Malah maen booking aja di bulan Feb yang ternyata bulan ini kan bulannya Imlek dan pasti musim hujan. Hhhuuuuaaaaaaaaa..... Syedihh. #menyesal #yasudahlah

Aku berangkat bareng abi (suami), kaka ipar dan anaknya (ponakan). Saya lupa waktu itu berapa harga tiketnya, yang jelas harganya hanya setengah harga dari harga normal. Kami berangkat dari Bandung - Cengkareng jam5 subuh dengan cuaca mendung kemudian dilanjut hujan :'(. .Sampe airport jam 8 pagi dan ujan pun makin besar malah cenderung ujan angin.. hiks. sambil nunggu keberangkatan jam set11, kita nunggu di salah satu cafe disana. Dan baca email ternyata pesawat kita delay, bisa berangkat jam 2 siang (mungkin penyebabnya karena cuaca yang tidak mendukung dan hujan angin makanya ga memungkinkan untuk terbang) hhiiikkkkssss. Hatiku hancur, syedih, bete, serba salah dan..... #yasudahlah #pasrah

Alhamdulillah ujannya aga reda so we ready to take off (deg2an seperti biasa, malah makin deg2an karena faktor cuaca) but finally we landed at Tanjung Pinang. Aku udah booking via agoda untuk akomodasi nama hotelnya Hotel Pelangi. Nyari yang murah, tempatnya lumayan, dapet free shuttle dari airport ke bandara dan free breakfast dengan harga 300.000an/malam. 

kolam renang outdoor hotel


Setelah cek in, saya minta diantar ke pelabuhan untuk ke Pulau penyengat. Pulau Penyengat merupakan salah satu obyek wisata di Kepulauan Riau. Di pulau ini terdapat berbagai peninggalan bersejarah yang diantaranya adalah Masjid Raya Sultan Riau yang terbuat dari putih telur, makam-makam para raja, makam dari pahlawan nasional Raja Ali Haji, kompleks Istana Kantor dan benteng pertahanan di Bukit Kursi (via : wikipedia) selanjutnya bisa baca disini. Tapi karena udah keburu sore dan keadaan laut juga kenceng banget (efek ujan pemirsah) akhirnya ya cuma foto foto di harbor. #yaudalahhh #pasrah



walopun mendung, sunset nya teuteup keren banget



Hari kedua rencana nya mau hoping island, tapi apa boleh dikata dari pagi ujan terus mana ujan angin. Gimana mau nyebrang cobaaa... maamaaaaaaa huuuuuaaaaaa. Oh ya, kita minta fasilitas dari hotel untuk maen seharian. Tarifnya 800rban (konversi dari usd). Aneh deh, di bintan ini kenapa semua jadi mahal, karena tarif yang mereka pake itu pake USD atau SDG dan di konversi ke Rupiah. Karena pulau Bintan deket dengan Batam dan juga Singapore jadi banyak wisman yang bisa bulak balik antara Singapore - Bintan. Tapi kan ini Indonesia ya, seharusnya pake Rupiah aja tarifnya. Oke, kita balik lagi mengenai hari kedua ini. Kita mulei diantar ke Pantai Trikora. Daaannnn setelah sampe, pengunjungnya cuma kita aja ber4 (ya iyalah lagi musim ujan mana ada orang maen ke pantai Hikss). Ini penampakannya :






Karena disini sepiiiii bangettttt ngetttt... mampir bentar trus lanjut ke Pantai Lagoi. Kawasan lagoi ini banyak resort dan hotel yang keren keren. Harganya udah pasti lebih mahal. Tapi sebanding dengan fasilitasnya. Akses dari singapore deket, ada fasilita Golf juga, dll. Akhirnya kita berlama lama disini walopun masih gerimis dan mendung (tetep).






Hari terakhir aku mampir dulu ke daeran pecinan/pasar buat beli oleh oleh. Suasanya serba merah khas imlekan dan beruntungnya hari itu ga ujan. :)




Ini bener bener pengalaman penting banget. Dan jadi tau, sebelum aku mau travelling ke suatu tempat aku mesti cari info sebanyak banyaknya mengenai tempat dan wisata yang bakalan aku datengin. Dannnn, jangan pernah dateng ke pantai musim ujan. Selain ga bisa nikmatin pantai, view nya juga jadi ga indah. Airnya keruh, ombak besar, angin kenceng, pokonya ga bisa ngapa-ngapain deh. Tapi yang pasti aku jadi nambah ilmu tentang travelling :)
See you next trip

#ayukesini


Belitung





 
"My friend said you should go to Belitung. Belitung is more beautiful than Maldives"


Itu yang temanku bilang waktu aku tanya tentang Belitung. Kamu mesti kesana yu, keren banget kalah maldives juga. Itu yang dia bilang. Ooooo ya ya, aku belum pernah ke maldives jadi bingung bandinginnya :D. Tapi semua orang tau kalau maldives itu super keren abisss. Bearti Belitung indah banget ett donk.... Oke sip, mari kita kesana.

Trip ini udah lama banget, aku pergi bulan Oktober 2014. Ini biaya yang di keluarin. Booking pesawat Garuda dengan harga 2,4jt/PP berdua (ga lama kemudian Garuda ada promo midnight sale dan ke Belitung cuma setengah harga hiks). Kemudian Booking hotel Aston via agoda dengan harga 700/malam. Aku nginep 2hari. Biaya sewa mobil + driver seharian 500rb. Hoping island 500rb private. Sewa alat snorkling aku lupa harganya :D. Antar jemput bandara 100rb.

Sesampainya disini aku ga niat untuk ke wilayah Belitung Timur, tempat wisata film laskar pelangi (sekarang nyesel). Pokonya kepengen island hoping aja. So, pas sampe bandara kita cuma mampir untuk makan siang di rumah makan Mie Atep namanya. Mie khas sana. Enak ko dan murah. Makan ber empat cm abis 40rb. Dari situ langsung cek In Hotel. Hotel Aston Belitung keren banget dan juga romantis deh. 
Ini penampakannya. 


 


Maaf kurang jelas fotonya :p. Foto ini diambil ketika sunset di kolam renang outdoor hotel. Aslinya keren ko... hihihi.


Esok hari mulai island hoping. Dan emang bener Belitung iinndaaahhhhh bangetttt. Airnya jernih bersih, pasirnya halus dan putih, ombaknya kalem, ahhh surgaaaa....

pulau batu berlayar

pulau pasir



pulau kepayang

pulau lengkuas (dari atas mercusuar)

Suatu saat mungkin saya mampir lagi kesini. Amin

#ayukesini

Singapore

Abaikan muka abi yang ga kontrol :D

Ini travelling yang udah expired banget. Pergi 08 - 10 Feb 2014. Berawal keinginan aku pergi ke luar negri (sekali-kali pake pasawat getoo). Cuma abi ga pernah mau. Maklum phobia ketinggian gitu. Maksa-maksa juga ga ngaruh, tetep aja abi ga mau. Sampe akhirnya entah ada angin apa dia nyeletuk ngajakin pergi ke Singapore. Aku kaget dan aku pun seperti melayang ke langit ke tujuh kemudian pergi ke pantai dan ke laut.... Aku pun bahagiaaaa... #ehem. Mulei deh ngurus bikin pasport.

Ngajuin passport dulu via travel karena aku masih kerja dan kalau ngurus sendiri pasti repot. Abi juga mana mau ngurus ini itu sendiri. Ya sudahlah mau ga mau diurusin travel agent walaupun harganya mahal. Kalau ga salah Rp.600.000. mahal yah... Jadi kita tinggal dateng buat foto dan wawancara udah beres. Tinggal nunggu beberapa hari akhirnya jadi. Sama juga waktu ngurus tiket. Karena aku belum tau cari tiket murah kemudian cara belinya gimana (maklum sibuk ngantor hiks) jadi ya diurusin travel agent juga. Dapet tiket PP 1,8jt berdua... mahal yahhh hikshiks (mahal lagi). Kalau untuk akomodasi aku cari via agoda. Cari yang murah akhirnya booking di Hotel 81 bencoolen Rp.800.000/malam. Akomodasi murah itu banyaknya di daerah Geylang yang red distrik (banyak kupu2 malam :D). Tapi karena baru pertama kali ke LN jadinya was was juga.

Tanggal 08 take off Air Asia ke Singapore kalau ga salah jam 2an. Kebetulan travel agent itu kenalan aku. Aku iseng-iseng tlp kenalan aku buat ngecek takut ada yang kurang eh tiba-tiba dia bilang kalau jam keberangkatan di majuin jadi jam 12... Whaaattttt.... untungnya aku tlp jam 10 jadinya masih ada waktu untuk siap-siap. Kemudian aku cek in, boarding sampe akhirnya masuk pesawat lalu... waktu take off, ternyata aku deg2an setengah mati. Takutnya ya ampun makk (maaf aga kampungan eeaa). Gini ya rasanya ya Alloh. Pengen cepet-cepet nyampe hahahahaha... ternyata yang ada lebih Phobia tinggi itu aku dari pada abi hahahaha. Oke oke di skip masalah take off ini... and finally we arrival at changi airport. ^^

Celingak celinguk bingung nyari mrt ada dimana zzzzzz..... dan malu bertanya rugi kemudian. Ga pikir panjang naek taxi menuju Hotel81 Bencoolen. And the driver said "... #$%^%$##... (ga jls ngomong apa) " dan kita bayar 300rb buat taxi :'( kaya dirampokkk. huuuuaaaaa. Gapaa gapapa namanya juga pengalaman #bahagiainhatisendiri. Besoknya baru deh kita jalan - jalan sambil bawa Map dan panduan wisata Singapore yang ada di Hotel.

1. Universal Studio

Akhirnya udah ngerti nih pake mrt, so kita menuju universal studio lewat Vivo city mall gitu, kemudian dilanjutin jalan kaki. Mampir kesini cuma buat foto bola dunia nya aja ko ga masuk ke dalem :D.


2. Merlion Park

    Belum ke Singapore kalu belum di foto di depan singa ini.. taraaaa...!!!!



3. China Town

    Mampir buat beli oleh - oleh. 

4. Orchard Road 

    
 

Hari terakhir sebelum pulang kita mampir dulu ke Bugis Street. Cuma karena kaki udah sakit rasanya mau patah efek kemaren jalan kaki terus jadinya mending buru buru ke airport dan istirahat disana. 

Liburan pertama yang singkat, padat dan banyak pelajaran yang diambil. Next time kalau sempat kesini lagi pasti lebih banyak tempat yang bisa dikunjungi.


#ayukesini